KKN (Kuliah Kerja Nyata)

KKN (Kuliah Kerja Nyata)

Oleh : Rina Andriani

Kepala LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat)

KKN adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa dibantu oleh dosen pembimbing lapangan. Pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu serta tempat yang tertentu. KKN ini biasanya dilaksanakan satu sampai dua bulan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia mewajibkan semua perguruan tinggi untuk menjadikan KKN sebagai realisasi kegiatan intrakurikuler yang memadukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan (pengajaran), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi wajib menggelar kegiatan ini sebagai salah satu upaya melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan (pengajaran), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal ini diwajibkan karena KKN itu sendiri tujuannnya adalah agar mahasiswa sebagai agen perubahan “terjun” membagikan ilmunya untuk membangun daerah yang tertinggal, melatih mahasiswa untuk menjadi pribadi yang mandiri dan kritis dengan survival chance yang jauh lebih sulit, belajar beradaptasi dalam lingkungan yang baru baik dengan belajar tinggal bersama masyarakat desa ataupun dengan teman-teman seuniversitas yang tidak pernah dikenalnya.

Dalam pelaksanaannya kuliah kerja nyata mempunyai ciri-ciri sebagai berikut,

1. Interdisipliner, “cross sectoral”, dan komprehensif

Pola pikir yang ingin dikembangkan melalui kuliah kerja nyata adalah mahasiswa  mampu berpikir lintas keilmuan  baik secara parsial maupun pemahaman secara menyeluruh terhadap permasalahan-permasalahan  yang muncul di masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk mampu melihat masalah yang muncul kemudian mengumpulkan data-data pendukung baik penyebab maupun mencari solusi berdasarkan ilmu pengetahuan, pengalamanya yang akan dijadikan landasan berpikir di dalam pemecahan masalah tersebut. Pemahaman terhadap lintas keilmuan sangat diperlukan. Pemahaman ini bisa terjadi pada saat mahasiswa sedang belajar di bangku kuliah, di lingkungan mereka tinggal, bahkan mungkin saja baru mereka temukan di tempat mereka ber-KKN. Dalam hal ini mahasiswa harus selalu terbuka, mampu beradaptasi, mau menerima informasi-informasi yang lintas keilmuan, dan mampu menerapkannya di lapangan.

2. Berdimensi luas, pragmatis, dan praktis

Dalam sebuah sistem pembelajaran tidak cukup jika hanya mengandalkan teori saja akan tetapi juga memerlukan praktik. Hal ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa dari materi yang diberikan oleh dosen. Apabila di kampus, mahasiswa terkadang bosan dan kurang mengerti bagaimana deskripsi pekerjaan mereka, tetapi setelah terjun langsung ke lapangan, mahasiswa bisa memahami bahkan menguasai penuh sehingga bisa menjelaskan dengan bahasa mereka sendiri tanpa terpaku pada media. Harus diingat bahwa teori yang hanya sekedar dihapal saja bukan tidak mungkin hanya akan hilang begitu saja akhirnya lupa, namun apabila teori tersebut disertai dengan praktik tentunya mahasiswa akan mengingat dan memahaminya dengan baik.

3. Keterpaduan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang termanifestasikan dalam  Tri Dharma Perguruan Tinggi

Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan visi perguruan tinggi untuk melahirkan orang-orang atau akademisi yang memiliki semangat juang tinggi dan memiliki pemikiran yang kritis, kreatif, mandiri, inovatif dan sebagainya. Oleh karena mahasiswa harus mengetahui dan memahami  tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tri Dharma Perguruan Tinggi memiliki 3 unsur, yaitu:

  1. Pendidikan dan Pengajaran
  2. Penelitian dan Pengembangan
  3. Pengabdian Kepada Masyarakat

Ketiga unsur di atas bukan hanya tanggung jawab mahasiswa namun menjadi tanggung jawab seluruh civitas akademika.

  1. Pendidikan dan Pengajaran

Pendidikan tinggi menjadi ujung tombak dalam menghasilkan orang-orang yang berkualitas baik secara akademik, keterampilan, maupun pengalaman. Melalui orang-orang inilah kemajuan sebuah bangsa dipertaruhkan, hal ini sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu pendidikan dan pengajaran harus menjadi pokok dan sumber utama dalam mencapai tujuan.

  1. Penelitian dan Pengembangan

Mahasiswa sebagai agent of change harus mampu mengembangkan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu dibutuhkan kecerdasan, kritis, dan kreatif dalam menghadapi segala permasalahan yang muncul. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan penelitian dan pengembangan ini dalam suatu proses pembelajaran untuk memperoleh suatu perubahan-perubahan yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih maju dan terdepan.

3.Pengabdian Kepada Masyarakat

Pengabdian Kepada Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat mahasiswa harus mampu bersosialisasi dengan masyarakat dan mampu berkontribusi nyata.

Daftar Pustaka

https://www.nabacollege.com, 25 Oktober 2016, by Leni

https://www.kompasiana.com, 28 Februari 2014, Pitri Yulianti

Buku Panduan KKN Unibba 2017

KKN Mahasiswa UNIBBA Tahun 2016 Kelompok 16 Desa Tegal Luar

KKN Mahasiswa UNIBBA Tahun 2016 Kelompok 17 Desa Tegal Luar Dusun 2

KKN Mahasiswa UNIBBA Tahun 2015 Kelompok 15 Kel. Jelekong

English English Indonesian Indonesian